Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina : Pemkot Banjarmasin Urung Terapkan Kebijakan New Normal

BANJARMASIN I Majalah Polisi Indonesia. Dengan bertambahnya angka penderita virus korona (Covid-19) membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin mengurungkan penerapan kebijakan New Normal dan menetapkan status tanggap darurat pasca PSBB.

Hingga kini jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan sudah mencapai 948 kasus dan 431 kasus diantaranya ada di Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina telah menerbitkan surat edaran terkait status tanggap darurat pasca PSBB.

Menurut Walikota,  status tanggap darurat pasca PSBB menerapkan aturan yang sama terkait protokol kesehatan  sebelum adanya pembatasan gerak publik (PSBB).

“Protokol kesehatan phisical distancing tetap dijalankan. Hanya saja tidak ada lagi aturan jam malam, posko di perbatasan juga sudah tidak ada seperti saat PSBB,” katanya, belum lama ini. Di sisi lain kegiatan perekonomian dan usaha masyarakat seperti pasar, mall, UMKM dan rumah ibadah kembali dibuka. Namun dengan pembatasan atau ketentuan protokol kesehatan. Ibnu Sina menjelaskan, pihaknya secara bertahap akan menjalankan kebijakan new normal sesuai arahan pemerintah pusat.

Bahkan saat ini pun Tim Pengamanan Pasar yang dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel masih menerapkan protokol kesehatan di 38 kawasan pasar di wilayah Banjarmasin yang dinilai menjadi lokasi rawan penyebaran virus korona.

Pada bagian lain jumlah kasus positif virus korona di Kalsel terus bertambah. Tercatat ada 762 orang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit dan lokasi karantina khusus. Sejauh ini jumlah penderita yang berhasil disembuhkan hanya10 persen atau 99 orang dan penderita meninggal 87 orang atau sembilan persen.

Kemudian ada 769 orang dalam status orang dalam pemantauan (ODP) dan 201 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Penderita Covid-19 terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 431 orang disusul Kabupaten Tanah Bumbu 129 orang, Kabupaten Banjar 114 orang dan Kabupaten Barito Kuala 81 orang.

Di tempat lain, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan turut menanggapi tidak termasuknya kota Banjarmasin sebagai kota yang dapat menerapkan kegiatan masyarakat produktif aman Covid-19.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelepasan tim satgas penegakan disiplin protokol kesehatan di  Banjarmasin, di siring Balai Kota, belum lama ini. Menanggapi New Normal yang belum dapat diterapkan di Banjarmasin, Kapolresta menyatakan telah bersinergi dengan Dandim Banjarmasin.

Keduanya sepakat untuk terus turun ke lapangan menyampaikan edukasi kepada masyarakat dan menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Menurut Kapolresta, Kombes Pol. Rachmat Hendrawan, sejauh ini pihaknya telah melakukan upaya yaitu imbauan di masjid dan pasar untuk pencegahan Covid-19.

Selain itu Polresta juga membangun untuk Kampung Banua Sehat atau Kampung tangguh Covid-19.

“Semua itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 dan menghentikan mata rantainya,” jelas Rachmat.

Sementara terkait penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan, Kapolresta menyatakan terus mengupayakan tindakan persuasif.

Namun pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan sanksi fisik,  jika ditemukan bahwa pelanggaran dilakukan berulang oleh orang yang sama. (R21)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply