Majelis Tumaritis Lampung : Berikan Santunan 50 Anak Yatim Di 10 Muharram 1442 H

 

LAMPUNG I Majalah Poslisi Indonesia. Sebagian Muslim mungkin ada yang menganggap bulan Muharram sebagai lebarannya anak yatim. Lantas bagaimana awal mulanya dan apa yang mendasari anggapan bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari lebaran untuk anak yatim. Keluarga besar Tumaritis memberi santunan kepada 50 lebih anak yatim, serta pembagian Al Qur’an, Iqro serta buku tulis. 30/08/2020, Minggu pagi.

Acara santuan dilaksanakan di area makam Syeikh Tubagus Khaerudin Siti Fatimah, Gunung Batu Kec. Pardasuka Kab.Pringsewu -Lampung.

Keidentikkan bulan Muharram dengan lebaran anak yatim didasarkan pada sebuah hadis yang disebut dalam kitab Tanbighul Ghafiliin.

“Penyebutan tanggal 10 Muharram sebagai lebaran anak yatim karena ada hadis yang disebutkan dalam kitab Tanbighul Ghafiliin. Man masaha yadihi ala ro’si yatiim yaum asyuro rofa’allah ta’ala bi kulli sya’rotin darojah,” ujar Ketua Majelis Tumaritis, Muhammad Piki Zul Syarifudin ketika ditemui wartawan lewat Video Call Facebook.

Ketua Majelis Tumaritis menjelaskan, amal saleh termasuk menyayangi anak yatim itu adalah sesuatu yang sangat dianjurkan. “Saya kurang tahu persis apa itu hadisnya. Tetapi yang namanya menyayangi anak yatim, kapan pun harinya, hari apapun, itu sesuatu perbuatan yang terpuji,” tutur dia.

Sebelum pembagian santunan para anak yatim diajak berdoa dan tawashul di depan makam Syeikh Tubagus Khaerudin Siti Fatimah, Gunung Batu Kec. Pardasuka Kab.Pringsewu –Lampung. Setelah setelah berdoa makdilanjutkan dengan pembagian santun kepada 50 anak yatim. (Taufik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply