Muhammad Husni Thamrin Pahlawan Indonesia Asal Betawi yang Berdarah Tionghoa

JAKARTA I Majalah Polisi Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Muhammad Husni Thamrin, adalah sosok penting asal Betawi yang meninggalkan banyak jasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mengenai jasa-jasanya, sudahlah menjadi pengetahuan umum dan begitu mudah di dapat dari berbagai sumber informasi, sedangkan kisah asal usulnya, selama ini masih sedikit belum pernah dipublikasi dan belum banyak yang mengetahuinya.

Ibu dari Muhammad Husni Thamrin. Noorhamah adalah orang Tionghoa  sedangkan ayahnya, T.M. Thabrie adalah keturunan Inggris ayah kandungnya, bernama William Ort.

Ketika berkunjung ke Museum Muh. Husni Thamrin di daerah Kenari, Jakarta Pusat, kami tidak mendapat sedikitpun keterangan asal usul ibu beliau ini. Timbul pertanyaan saya apakah ini sengaja ditutupi atau disembunyikan.

Peran seorang ibu yang membesarkan dengan penuh kasih sayang anaknya, bahkan membiayai dan mendukung penuh perjuangan MHT melawan Belanda.

Ibunya terbilang sangat kaya raya, keluarganya pada masa lalu menguasai wilayah Sawah Besar, Jakarta Barat.

Sungguh menyedihkan, ketika berkunjung ke Museum MHT, kami justru mendapatkan keterangan tertulis bahwa sang ibu berasal dari daerah Ketapang, yang dikenal sebagai kampung haji, di mana di wilayah tersebut terdapat sejumlah keturunan Arab yang disebut Said yang masih keturunan Nabi Muhammad. Apakah Muhamad Husni Thamrin masih keuturunan Habib belum ada datang menyatakan itu.

Adakah sebuah upaya yang harus ditutupi oleh pihak Museum, dalam hal ini sebagai pengelola adalah Pemerintah DKI Jakarta.

Sungguh menyedihkan ketersediaan informasi sekitar ibunda MHT ini, hasil pelurusan mengatakan bahwa Muhammad Husni Thamrin adalah Peranakan Tionghoa.

Demikian informasi dari Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, yang datang berkunjung ke Museum Muhammad Husni Thamrin.

Thamrin adalah tokoh Betawi yang memiliki darah Belanda dari kakeknya, sedangkan ayahnya seorang Wedana tahun 1908 di bawah Bupati. Setelah menyelesaikan pendidikannya di sebuah sekolah Belanda Koning Willem II, Thamrin bekerja di kepemerintahan sebelum akhirnya bekerja di perusahaan perkapalan Koniklijke Paketvaart-Maatschappij tahun 1927.

Thamrin terpilih menjadi Dewan Kota Jakarta di tahun 1919 kemudian tahun 1935 dipercaya menjadi anggota Volksraad dewan rakyat mewakili kelompok Probumi/Inlander, tahun 1939 melalui mosinya meminta Indonesia, Indonesisch, dan Indonesier (Indonesia, Bahasa Indonesia, dan Rakyat Indonesia) digunakan sebagai pengganti Nederlands Indie, Nederlands Indische dan Inlander.

Berasal dari keluarga menengah dengan sebagian darah Belanda mengaliri tubuhnya tak membuat luntur Thamrin membela rakyat Indonesia, di dalam Volksraad sering kali dia menunjukkan perlawanan akan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada Indonesia dan hanya menguntungkan Belanda seperti pembangunan perumahan elit Menteng dengan anggaran prioritas daripada perbaikan perkampungan kumuh, juga penetapan harga beli komoditas hasil rakyat yang lebih rendah daripada hasil perkebunan swasta Belanda, juga terkait pajak serta anggaran untuk angkatan perang yang jauh lebih tinggi daripada anggaran untuk pertanian.

Sahabat Soekarno ini juga aktif di organisasi Partai Indonesia Raya (Parindra) sejak bergabung tahun 1935 bahkan tahun 1938 terpilih sebagai Ketua saat dokter Sutomo. Husni Thamrin merupakan salah satu pelopor bergabungnya 4 organisasi nasional dalam 1 nama Gaboengan Politiek Indonesia (GAPI) di bulan Mei 1939 yang memiliki 4 tujuan utama: Indonesia menentukan nasib sendiri, persatuan nasional, pemilihan secara demokrasi, dan solidaritas antara warga Indonesia dan Belanda untuk memerangi fasisme.

Pada 6 januari 1941 atas tuduhan bekerja sama dengan Jepang, Husni thamrin dikenakan tahanan rumah dan tidak boleh mendapat kunjungan dari siapapun hingga 5 hari kemudian meninggal tanggal 11 Januari 1941 dan dimakamkan di pekuburan Karet, Jakarta. (Azmi Abubakar)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply