Menyelusuri Makam Panglima Nyak Haris di Pangkalan Brandan, Sumut

Langkat I Majalah Polisi Indonesia. Sebagai generasi muda harus mengetahui sejarah masa lampau, jejak sejarah tersebut ada di Desa Perlis yang terletak di Pesisir Pantai Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Wartawan Polisi Indonesia, bersama Juriat dari panglima Nyak Haris, H. Arbai Fauzan mantan angota DPRD Langkat, H. Mahsen Ahmad SH sang pendiri Media Orbit, dan Musa Lurah Brandan Barat, melakukan napak tilas awal sejarah mulanya pembuka Desa Perlis. Minggu (27/9/2020).

Setelah sampai di Desa Perlis salah seorang nara sumber, Ahmad Ulung laut, bercerita bagaimana awak awal mulanya Desa Perlis didirikan oleh salah seorang utusan dari Kesultanan Pasai yaitu panglima Nyak Haris bin Abdullah sekitar tahun 1880.

Menurutnya kembali, bahwa Nyak Haris membukan Desa Perlis, karena cikal bakalnya berdiri ladang minyak di Pakalan Berandan. Saat Kesultanan Langkat yang dipimpin oleh Sultan Musa, meminta bantuan kepada Kesultanan Pasai agar mengawal ladang minyak tersebut.

“ Nyak Haris diberikan sebidang tanah di desa perlis oleh Kesultanan Langkat, untuk membuka tempat tinggal disana. Tidak berapa lama saudagar dari Malaya Nyak Piah, yang kebetulan bersahabat dengan Nyak Haris, meminta agar Sudi kiranya, memberikan sepetak tanah untuk bermukim di Desa Perlis,” ujar Ahmad Ulung Laut.

Lanjutnya, dengan kerendahan hati Nyak Haris memberikan sebidang tanah untuk mendirikan rumah sebagai tempat tinggal. Dengan ada pemukiman pertama maka berkembang Desa Perlis hingga sekarang. Keturunan Nyak Haris berasal Malaysia” tandas Ahmad Ulung laut.

Sembari waktu pun menunjukan sudah mulai siang, juriat dari Nyak Haris menuju makam yang di percaya masyarakat sebagai makam keramat Nyak Haris. Namun ironinya dari pantauan wartawan Polisi Indonesia, jalan menuju makam, akses sangat sulit untuk dilalui. Karena akses jalan yang berlumpur dan licin serta semak yang tumbuhi pohon liar.

“ Namun dengan semagat kami untuk menggali sejarah dan mengenang bagaimana sejarah nyak Haris ini tidak terputus sampai disitu, hingga kami sampai di lokasi makam, meski harus extra susah payah.” ujar Ahmad Ulung Laut.

“Untuk memudahkan perjalanan ke makam Nyak Haris maka, juriat dari Nyak Haris akan membuat akses jalan menuju makam, agar mudah dilalui oleh para peziarah baik dari luar daerah maupun warga Pelis,” ungkap H. Mahsin Ahmad SH. (Muslim)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply