Kemendikbud Memberikan Bantuan Kepada mahasiswa Agar Tetap Dapat Kuliah Dimasa Pandemic

JAKARTA I Majalah Polisi Indonesia.  Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memberikan bantuan kepada mahasiswa agar tetap dapat kuliah dengan baik di masa pandemi Penyakit Coronavirus (COVID-19). Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 Tahun 2020, Kemendikbud memberikan berbagai dukungan bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) terdampak pandemi.

“Bagi mahasiswa yang menentang keuangan selama pandemi COVID-19 dapat meminta keringanan UKT untuk perguruan tinggi. Kemendikbud mengapresiasi persetujuan Majelis Rektor PTN yang telah bergerak bersama, bergotong royong meringankan adik-adik mahasiswa,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim di Jakarta, Kamis (02/07).

Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan / atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa terdampak pandemi. Selain itu, siswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil sks sama sekali, misalnya sedang menunggu kelulusan.

Kemudian, mahasiswa di masa akhir kuliah dapat membayar paling tinggi 50% UKT menerima mengambil ≤6 sks. Hal ini berlaku untuk semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S-1, D-4) dan semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D-3).

“Ini merupakan bukti dari kita yang dapat dilihat dan dihapus yang memuat siswa yang terdampak krisis COVID-19 ini. Kerangka regulasi ini kita dapat menyediakan semua perguruan tinggi negeri yang dapat menghasilkan keringanan UKT untuk membantu mahasiswa yang terdampak,” tutur Nadiem.  

KIP Kuliah Ringankan Beban Mahasiswa PTS di Masa Pandemi

Kemendikbud juga memberikan bantuan UKT atau biaya perkuliahan untuk 410 ribu mahasiswa 3, 5 dan 7 untuk PTN dan PTS dengan menggunakan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.

“Mulai hari ini kuota masing-masing perguruan tinggi sudah dibagikan. Bantuan ini akan diberikan dengan proporsi 60% dialokasikan ke perguruan tinggi swasta, dan 40% dialokasikan ke PTN,” jelas Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Ainun Na’im.

Untuk itu, Sesjen Kemendikbud mengimbau PTN dan PTS segera melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang membutuhkan bantuan UKT ini. Kemudian dikirim kepada Kemendikbud agar siswa dapat memperoleh pembayaran UKT pada semester gasal tahun ini.

Lebih lanjut, Ainun menjelaskan program KIP Kuliah tetap akan diberikan kepada 200 ribu mahasiswa baru tahun 2020. Sementara mahasiswa Bidikmisi untuk melanjutkan akan tetap menyediakan anggarannya oleh pemerintah hingga selesai studinya. Demikian pula dengan anggaran untuk  Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk Papua dan Papua Barat.

Terkait persyaratan penerima bantuan UKT (SPP), di setuju adalah 1) Mahasiswa yang dibayar / ditanggung biaya kuliah terkait pertanggungjawaban keuangan terkait pandemi COVID-19 dan tidak sanggup membayar UKT / SPP semester gasal tahun akademik 2020/2021; 2) Mahasiswa yang tidak dibiayai oleh Program Bidikmisi atau program beasiswa lainnya yang membiayai UKT / SPP; dan 3) Mahasiswa yang sedang melakukan perkuliahan semester 3, 5 dan 7.

“Mahasiswa ini akan menerima bantuan UKT atau SPP sebesar 2,4 juta selama satu semester pada semester gasal tahun 2020 ini,” tutur Ainun.

Tahapan yang harus segera dilakukan perguruan tinggi, lanjut Ainun, yang pertama, PTN dan PTS segera mengumumkan kepada seluruh siswa agar siswa yang memenuhi persyaratan dapat meminta bantuan UKT (SPP) Kemudian, PTN dan PTS melakukan seleksi dan verifikasi sesuai persyaratan penerima Bantuan Dana UKT.

“Selanjutnya, PTN dan PTS mengajukan calon penerima dana bantuan UKT (SPP) mahasiswa ke sistem KIP Kuliah di laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id ,” pungkas Sesjen

Terkait persyaratan penerima bantuan UKT (SPP), di setuju adalah 1) Mahasiswa yang dibayar / ditanggung biaya kuliah terkait pertanggungjawaban keuangan terkait pandemi COVID-19 dan tidak sanggup membayar UKT / SPP semester gasal tahun akademik 2020/2021; 2) Mahasiswa yang tidak dibiayai oleh Program Bidikmisi atau program beasiswa lainnya yang membiayai UKT / SPP; dan 3) Mahasiswa yang sedang melakukan perkuliahan semester 3, 5 dan 7.

“Mahasiswa ini akan menerima bantuan UKT atau SPP sebesar 2,4 juta selama satu semester pada semester gasal tahun 2020 ini,” tutur Ainun.

Tahapan yang harus segera dilakukan perguruan tinggi, lanjut Ainun, yang pertama, PTN dan PTS segera mengumumkan kepada seluruh siswa agar siswa yang memenuhi persyaratan dapat meminta bantuan UKT (SPP) Kemudian, PTN dan PTS melakukan seleksi dan verifikasi sesuai persyaratan penerima Bantuan Dana UKT.

“Selanjutnya, PTN dan PTS mengajukan calon penerima dana bantuan UKT (SPP) mahasiswa ke sistem KIP Kuliah di laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id ,” pungkas Sesjen Kemendikbud. (Ari Yunanda)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply