Kayu Bakau Di Langkat Jadi Incaran Pengusaha Arang, LSM KPK Langkat – Sumut Angkat Bicara

 

SUMUT I Majalah Polisi Indonesia. Dalam beberapa hari ini menerbitkan pemberitaan terkait Pembabat Hutan Bakau (Mangroove) untuk dijadikan bahan baku arang di pesisir langkat sumut yang diduga di akomodir oleh pengusaha arang.

Terkait persoalan ini ternyata menjadi perhatian serius oleh  Ketua DPP LSM lembaga khusus pencegahan korupsi Langkat Sumatra Utara.

Mendesak pihak berwenang segera menangani kasus dugaan perambahan hutan bakau atau hutan mangrove di wilayah pesisir langkat yang akhir-akhir ini marak jadi buah bibir aktivis pencinta bahari.

Tokoh – tokoh peduli Mangrove  juga mengaperiasi atas upaya pencegahan terhadap ilegal loging mangrove, terkait keberadaan Panglong Arang di Desa” Pesisir Langkat. Namun pratek ini terus berlanjut, ungkap tokoh masyarakat Sangkot Nasution kepada wartawan, Selasa 28 /07/2020).

Menurut Sangkot Nasution, ia menduga kasus perambahan hutan mangrove bertahun-tahun dipesisir langkat sumut  selama ini didalangi para aktor bisnis dapur arang illegel di wilayah langka, sehingga kasus ini sangat perlu ditangani oleh pihak berwenang di Polda Sumut, Polres Langkat maupun Gakum Polhut untuk menjerat para aktor utama dibalik peristiwa gundulnya hutan mangrove di Langkat selama ini.

Bukan saja hanya ditangani atau menyikapi melainkan juga menangkap pelaku penebang kayu bakaunya dilapangan, yang sangat perlu diminta pertanggungjawaban hukum itu adalah pelaku bisnis arang yang selama ini beroperasi secara illegal,” ujar Ketum DPP LMS KPK Langkat.

“Semestinya dari hasil Investigasi Tim Media di Desa Lubuk Kertang dan Kelurahan Pangkalan Batu  dilapangan beberapa hari lalu dan sudah semestinya itu dapat dijadikan pintu masuk aparat penegak hukum untuk membongkar secara tuntas kasus perambahan hutan dan bisnis dapur arang illegal itu di Langkat. Dimana praktek perambahan kayu hutan bakau yang kian merajalela harus dihentikan,” kata Muhammad Yusuf.

Menurutnya, langkah ini penting agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa proses penegakan hukum tidak pandang bulu dan tentunya menjadi prestasi tersendiri bagi Polisi khususnya kesatuan Polda Sumut.

“Kasus perambahan hutan bakau dan bisnis dapur arang illegal di wilayah Kabupaten Langkat itu perlu diselidiki dan diusut tuntas. Untuk itu, LSM Khusus pencengahan korupsi, meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Polres langkat untuk sesegera mungkin melakukan penyelidikan, apabila ditemukan ada pelanggaran hokum maka wajib ditangkap dan diproses,” pintanya.

Untuk diketahui terang Muhammad Yusuf saat ini hutan bakau di pesisir langkat, populasinya sedang berada dalam ancaman. Karena hutan bakau yang tersedia mengalami banyak kerusakan akibat pembukaan lahan dekat pantai untuk kepentingan bisnis arang yang dieksport kebeberapa daerah termasuk ekspor ke luar negeri atau negara tetangga tanpa retribusi pajak yang seharusnya disetor ke negara, tandasnya.

“Dalam hal ini, kita dari DPP LSM KPK Langkat Sumut mendukung dan akan turut bersama Majalah Polisi Indonesia dengan  tersebut, yang mana  akan menindaklanjuti persoalan ini baik tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pusat.” tegas Yusuf. (Muslim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply