Ini Beda Pelaksanaan Umroh Dan Haji Di Musim Pandemi Covid-19

SUMSEL  I  Majalah Polisi Idonesia. Silaturahmi dan Pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan dengan dihadiri oleh Dirjen PHU Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali M. Ag, kemudian Direktur Bina Haji dan Umroh direktorat jenderal PHU Kemenag RI H. Khoirizi S, Sos, MM di Rumah Makan Sri Melayu Palembang., turut hadir Kakanwil Kemenag  Prov. Sumatera Selatan Dr. Drs. H Mukhlisuddin, SH, MA.

 

Dalam sambutannya Dirjen PHU menjelaskan “Para pembimbing wajib menjelaskan secara gamblang perubahan mendasar tata cara umroh dan haji di musim pandemi ini.”

“Jemaah Umroh hanya bisa memasuki Masjidil Harom hanya 3 jam itupun setelah lolos tahapan pendaftaran di  2 aplikasi Online yang disediakan oleh Pemerintah Saudi,” tandas Nizar Ali

Nizar juga menambahkan “• Kunjungan ke Haramain hanya diperbolehkan bagi mereka yang sudah memiliki izin / Tasreh berkunjung dari aplikasi Etamarna & bukti terbebas dari covid dari aplikasi tawakkalna.” pungkasnya.

Acara yang digelar Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Provinsi Sumatera Selatan,  diadakan untuk menjawab kesimpangsiuran jadwal keberangkatan jemaah Haji dan Umroh.

Tahapan atau Fase-fase dibuka nya Kembali Umroh Pasca Pandemic Corona adalah sebagai berikut

Fase Pertama Kembalinya layanan umroh dan ziarah fase corona

  1. Diizinkanya umroh untuk warga saudi dan expatriat dengan jumlah 40% dari kapasitas kemampuan layanan dengan penerapan protokol kesehatan
  2. Diizinkanya warga saudi dan expatriat disaudi untuk jumlah 75% dari kapasitas kemampuan layanan dengan penerapan protokol kesehatan
  3. Diizinkan warga saudi, expatriat dan dari negara lain 100% dari kapasitan layanan dengan penerapan protokol kesehatan

Fase Kedua Kembalinya layanan umroh dan ziarah pasca pandemic

  1. Request tasreh dan booking service
  2. Akses waktu kedatangan
  3. Transportasi menuju hotel di 2 kota suci
  4. Penempatan dihotel di Dua kota suci
  5. Pelaksanaan ibadah umroh dan ziarah
  6. Akses kepulangan

 Fase Ketiga berikutnya pasca corona :

  1. Tetap menjaga protokol kesehatan atas pandemi
  2. Selanjutnya membatalkan pembatasan dan kembalinya pelayanan seperti biasa (Normal)
  3. Mengurangi pembatasan dalam proses mendapatkan visa umroh
  4. Memberikan grade grade pada perusahaan umroh mengacu pada ketaatan pada standar pelayanan

Untuk System umroh jemaah dari luar Saudi Arabia kurang lebih sama dengan pengaturan umroh lokal (warga saudi dan ekpatriat), untuk waktu pemberlakuan nya belum ada informasi lebih lanjut sama seperti Umroh lokal yang belum ada waktu Pemberitahuan nya.

Catatan – catatan Untuk Paket Umroh :

Fasilitas transportasi dibatasi menjadi 42% , misal 1 bus diisi menjadi 20 org.

– Kamar hotel diisi 1 org /9m2

– Dalam layanan service, setiap 20 orang jemaah akan diberi kan 1 guide.

– Visa umroh dan ziarah ini bisa digunakan untuk tour ke kota lain selain Mekkah Madinah dan ikut program-program tourism yang ada di saudi, Seperti ke kota-kota sejarah yg lain di Saudia, ini akan ada biaya tambahan ( diluar biaya paket umroh) Hal yang disampaikan diatas masih dalam tahapan perencanaan pasca Pandemic. (Bilal Tribudi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply