Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor : ESDM Kalsel Lakukan Rapid Tes Bagi ASN

BANJARMASIN I Majalah Polisi Indonesia. Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi dengan peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19  yang tinggi di Tanah Air. Bahkan Presiden JokoWidodo memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kalimantan Selatan dan dua provinsi lain seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur dikawal ketat.

Menurut Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor,wabah Covid-19 menjadi hal yang baru bagi masyarakat dan membutuhkan edukasi lebih lanjut dalam penerapan protokol kesehatan. Efek adanya pandemi ini di Kalsel pun masif karena hampir semua kegiatan yang di agendakan berhenti.

“Kita terus mencari apa itu Covid-19, tentu saja setelah penyakit ini mewabah, kita segera mengadakan pertemuan dengan pemerintah dan sektor terbuka itu untuk menelaah penyakit. Apalagi memang penyakit Covid19 belum ada obatnya dan kita berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” kata Sahbirin belum lama ini.

Setelah mendapatkan arahan dari pemerintah pusat, Pemprov Kalsel pun langsung menyusun langkah strategis terutama dengan pakar epidemiologi untuk melakukan pencegahan. Gubernur memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit ini, media penularan, hingga dampak dari penyakitnya.

“Menumbuhkan pemahaman rakyat, kami butuh proses. Jadi kami berupaya meningkatkan pemahaman ini, dan arahan dari pakar epidemiologi untuk melakukan tracing dan karantina juga,” ujar Sahbirin.

Terpisah, untuk mengantisipasi penularan Covid-19, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel melakukan rapid test bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak. Pengujian ini akan dilakukan kepada seluruh pegawai secara bertahap untuk mendeteksi dini penyebaran virus Corona.

“Kita lakukan Rapid test mulai dari Senin kemarin.Tahap pertama dari 30 orang dan hasilnya 8 orang reaktif Covid-19. Langsung saya perintahkan untuk melakukan isolasi mandiri,” jelas Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Agus Umar, di ruang kerjanya, Banjarbaru, Rabu (10/6/2020).

Menurutnya, pada tahap kedua, kembali ditemukan 3 orang yang reaktif. Meski demikian, dia memastikan pegawai tetap diberikan bantuan selama isolasi mandiri berupa sembako. Rapid test massal akan terus digelar kepada seluruh pegawai ESDM, baik ASN maupun tenaga kontrak termasuk UPT ESDM.

Agus mengungkapkan, pegawai yang reaktif di sebagian besar berasal dari staf yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sedangkan, pegawai yang turun langsung kelapangan dalam kegiatan KIE dinyatakan non reaktif terhadap Covid-19.Ternyata yang reaktif malahan yang jarang masuk kerja atau WHF.

Selain rapid test, Dinas ESDM juga menerapkan protokol kesehatan dalam pelayanan publik maupun kepada pegawai. “Kami lakukan setiap akan masuk kantor pegawai harus menggunakan masker, mencuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh dan tetap menjaga jarak,” katanya.

“Untuk mengalahkan pandemi virus Covid-19 harus untuk dilakukan dengan cara gembira, bahagia dan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

Dijelaskan Agus, Dinas ESDM Kalsel juga bekerjasama dengan forum Kepala Teknik Tambang membagikan sembako bagi masyarakat dengan ekonomi ke bawah yang terdampak Covid-19 sekitar Gambut, Alalak dan Marabahan. (R21)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply