Gubenur Sumatera Barat Irwan Prayitno : Tanpa UNP Tentu Pendidikan Sumbar Jauh Terbelakang

PADANG I Majalah Polisi Indonesia. Universitas Negeri Padang melaksanakan wisuda periode ke 120 secara virtual menggunakan aplikasi Zoom yang disiarkan secara langsung melalui youtube UNP Video Streaming, Jumat-Sabtu (25-26/9/2020).

Prosesi pelaksanaan Wisuda UNP ke-120 yang dilaksanakan di Ballroom Hotel UNP, Kampus UNP Air Tawar dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat. Wisuda UNP Ke 120 ini dihadiri jajaran pimpinan senat universitas, perwakilan pimpinan universitas, fakultas, direktur pasca sarjana, kepala lembaga dan kepala biro selingkungan UNP. 

Pada Wisuda ke 120 ini, UNP mewisuda 1.763 mahasiswa yang terdiri dari Program Diploma 3 sebanyak 231 orang. S1 dan D4 Kependidikan 913 orang. S1 dan D4 Non Kependidikan 341 orang. Program Profesi Konselor 27 orang. Serta Magister 234 orang dan Doktor 17 orang. Wisuda ke 120 ini juga di hadiri secara virtual oleh Gubenur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc dan Menteri Ketenagakerjaan, Hj. Ida Fauziyah, M.Si.

Pada kesempatan ini Gubenur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc menyampaikan selamat kepada wisudawan/wisudawati. Serta mengapresiasi dan berterima kasih atas kontribusi para alumni dan civitas akademika UNP terhadap dalam bidang pendidikan.

“Tanpa UNP tentu pendidikan Sumbar jauh terbelakang dan dengan adanya UNP Insya Allah akan tetap maju. Semoga kedepan UNP terus berkiprah untuk Sumatera Barat khususnya Indonesia, ” ungkap Irwan Prayitno.

Sementara itu Menteri Ketenagakerjaan, Hj. Ida Fauziyah, M.Si dalam orasi ilmiah kepada wisudawan/wisudawati, memberikan ucapan selamat dan menyampaikan beberapa gambaran potret ketenagakerjaan.

Saat ini tercatat satu juta orang pengangguran dari lulusan diploma dan sarjana, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2019. Terdapat 2,15 juta pekerja yang terdampak Covid-19, mulai dari dirumahkan sampai pemutusan hubungan kerja. Meskipun hal itu telah ditanggulangi pemerintah melalui stimulus subsidi gaji, dan pra kerja.

Kondisi itu patut menjadi perhatian. Sektor ketenagakerjaan mengalami gunjangan. Menurut Menteri Ida, salah satu jawaban untuk menghadapi dua tantangan besar revolusi industri 4.0 yang bersamaan dengan pandemi adalah penguasaan teknologi dan jeli melihat peluang kerja yang mampu bertahan di masa mendatang. jika berwirausaha harus mampu berinovasi dengan pemanfaatan teknologi,” bebernya pada ribuan wisudawan/wisudawati.

Semoga lulusan UNP akan memiliki  masa depan yang cerah di era revolusi industri 40 , kuncinya harus adaptife dan inovatif dalam menghadapi segala perubahan. Pada era ini proses pembelajaran bisa dilakukan sepanjang hayat, guna peningkatan kompetensi dalam meningkatkan SDM, “ ungkap Menaker, Hj. Ida Fauziyah, M.Si.

Sementara itu, Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan pidato wisuda dengan tema “Tantangan dan Transformasi Pendidikan Tinggi di Masa Pandemi” . Transformasi yang dilakukan UNP dalam tantangan pandemi Covid ini, telah melahirkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis digital, dan berbagai proses interaksi pembelajaran daring, pembelajaran virtual yang juga menghadirkan berbagai video materi perkuliahan, yang dibuat oleh para dosen di lingkungan UNP, yang sejatinya telah menghadirkan berbagai kebaruan dalammenjawab tantangan yang ada. (Musmulyadi)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply