Gerakan Mahasiswa Subulussalam (GMS) Melakukan Orasi di Depan Kantor Wali Kota , Menuntut Perubahan

SUBULUSSALAM | Majalah Polisi Indonesia – Gerakan Majasiswa Subulussalam (RUPS) melakukan aksi Unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Subulussalam. Gerakan yang dipimpin oleh Darma sagala itu berhasil menyampaikan beberapa poin tentang perubahan yang dilakukan oleh pasangan wali kota Subulussalam Bintang – Salmaja Selasa (17/11/2020).

“Karena sudah hampir satu tahun enam bulan pasca pelantikan Bintang-Salmaja menjadi Wali kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam semenjak 14 Mei 2019, sampai saat ini belum terjadi perubahan yang nyata tengah masyarakat. Bahkan banyak muncul polemik serta berbagai masalah baik di dunia pendidikan. Juga masalah terkait tenaga kontrak yang sampai saat ini belum di selesaikan juga “oleh pemerintah itu sendiri, Tutur Darma Sagala.

Satu tahun lima bulan krisis waktu yang singkat bagi sebuah pemerintah untuk melakukan perubahan yang signifikan di berbagai bidang. Berarti satu tahun anggaran APBK Subulussalam sudah sepenuh nya di gunakan oleh pemerintah sekarang, namun untuk pembangunan pada saat sekarang berkeinginan nihil, bahkan diduga sarat dengan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)

RUPS dalam hal ini menarik beberapa permasalahan – permasalahan salah satu hal yang ada di mana Bus Sekolah, Tim Asistensi, Nepotisme dan janji – janji semasa Kampanye.

Ada beberapa poin yang disampaikan secara terperinci oleh RUPS yaitu: Mendesak Walikota Subulussalam segera memperjelas dan menghadirkan Bus seperti sebelumnya, kedekatan Walikota Subulussalam untuk segera membubarkan tim Asistensi yang menurut kami hanya membebani anggaran pemerintah dan fungsinya sendiri pun tidak jelas, pemerintah Walikota Subulussalam agar segera tindak lanjut Nepotisme yang terjadi di lingkungan kota Subulussalam, kedekatan Walikota Subulussalam agar segera dilaksanakan seluruh SKPK yang posisinya sampai saat ini masih berstatus PLT, kedekatan Walikota Subulussalam agar segera menjalankan kembali pegawai kontrak dilingkungan pemerintah kota Subulussalam yang menurut kami banyak instansi banyak melebihi kapasitas pegawainya ,dan kedekatan Walikota Subulussalam agar segera menepati janji-janji kampanye bukan hanya memberikan harapan palsu kepada masyarakat saja, pimpinan Aksi Darma Sagala.

Hingga aksi selesai akhirnya para pendemo menemukan titik terang dengan di lakukan nya bincang antara Walikota dengan pendemo yang dilakukan di dalam kantor Walikota.

Hingga setujui oleh Walikota, sekarang kita tinggal menunggu waktu selama dua minggu, Kalau dalam waktu dua minggu ini tidak ada tindakan yang nyata yang dilakukan oleh pemerintah Kota Subulussalam maka kami atas nama Gerakan Mahasiswa Subulussalam (GMS) akan kembali datang kehadapan pemerintah Kota Subulussalam dengan massa yang lebih banyak lagi, tutup Darma Sagala. (Baharuddin Berutu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply