Kapolda Buka Pelatihan Peningkatan Kemampuan Penyidik dan Penyidik Pembantu Ditresnarkoba serta Ditreskrimsus Polda Sumbar berikut Jajarannya

Padang I Majalah Polisi Indonesia – Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH, pagi hari membuka pelatihan peningkatan kemampuan bagi Penyidik ​​/ Penyidik ​​Pembantu Ditresnarkoba dan Ditreskrimsus Polda Sumbar dan jajaran, Senin (30/11).

Pelatihan yang berlangsung di gedung Sabhara Polda Sumbar ini, dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, Pejabat Utama Polda Sumbar, BNNP Sumbar, Penyidik ​​dari Dittipidkor Bareskrim Polri, Kepala PPATK, Kepala BPOM, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba sejajaran Polda Sumbar.

Dalam krisisnya, Kapolda menyampaikan bahwa tidak diketahui dan kejahatan Transnasional merupakan kejahatan yang sangat mempengaruhi kehidupan berbangsa, bernegara dan hajat hidup orang banyak. Kekayaan alam dan sumber daya manusia dieksploitasi dengan cara yang Illegal, hal ini tergambar dari pengungkapan kasus-kasus Illegal Mining, Illegal Loging, BBM Illegal dan support serta peredaran narkoba yang dilaksanakan secara masif di setiap kantor kepolisian.

“Kejahatan jenis ini menjadi tren bagi masyarakat dari kalangan bawah sampai kalangan, mengingat kepentingan pribadi yang sangat diharapkan,” ujarnya.

Dikatakan, dapat di deskripsikan kejahatan ini karena negara Indonesia memiliki banyak sekali potensi, di antaranya:
1. Letak geografis di seluruh wilayah Indonesia yang kaya sumber daya alam dan strategis dalam transportasi barang dan orang;
2. Faktor demografi yang sangat besar yang juga sebanding dengan angka pengangguran;
3. Usia produktif yang tidak memiliki kesempatan bekerja;
4. Minimnya fasilitas dan aksesbilitas masyarakat;
5. Sistem penegakan hukum yang belum mampu memberikan efek jera secara proporsional;
6. Modus operandi yang semakin canggih mengikuti dinamika bidang penanganan kasus kejahatan transnasional dan terorganisir, tugas Polri adalah melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana terkait bidang tugas penegakkan hukum.

“Ditreskrimsus punya domain dalam penindakan tindak pidana khusus dan Ditresnarkoba memiliki otoritas pencegahan dan penindakan peredaran dan narkoba,” sebut Kapolda

Kedua tugas pokok ini memiliki persamaan yang diatur dalam pengaturan kepolisian, diharapkan melalui pelatihan ini seluruh penyidik ​​dan penyidik ​​pembantu, memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga integritasnya dalam penegakkan hukum, “katanya menambahkan.

Lanjutnya, pemeliharaan integritas tentunya juga harus didukung dengan pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang baik dari penyidik, sehingga diharapkan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan target dan outcame yang diperoleh dari keluhan dan klaim dari masyarakat

Untuk menghadapi perkembangan kejahatan yang terorganisir dan kejahatan transnasional, Polri dalam hal ini Bareskrim Polri, tidak dapat bekerja sendiri, perlunya berbagi dan asistensi ke wilayah guna menyerap permasalahan dan hambatan yang terjadi di wilayah kemudian memberikan solusi yang tepat sesuai perintah yang telah diatur, prestasi kerja dari wilayah akan menjadi indikator yang melaksanakan dalam melaksanakan tugas pokok kepolisian di tingkat Polda, “tutur Irjen Pol Toni Harmanto.

Untuk meningkatkan kompetensi penyidik ​​dan penyidik ​​pembantu kata Kapolda, kepolisian telah melakukan strategi dalam rangka kejahatan kejahatan yang terorganisir dan kejahatan transnasional sebagai berikut:

A. Kegiatan pre-emtif, yaitu:
1. Menyelenggarakan giat penyuluhan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan tentang dampak kejahatan alam dan bahaya narkoba;
2. Mengoptimalkan peran masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat untuk peduli lingkungan dan anti narkoba;
3. Menyelenggarakan seminar kegiatan dan kampanye dampak lingkungan dan bahaya narkoba.

B. Kegiatan Preventif:
1. Mengoptimalkan giat kring serse dengan melibatkan beberapa fungsi kepolisian;
2. Meningkatkan pengawasan di pintu masuk perbatasan darat, laut & udara serta dalam instansi terkait.

C. Tindakan Refresif:
1. Melaksanakan penyelidikan dengan target operasi tertentu dan skala prioritas;
2. Penindakan yang bersifat hulu ke hilir, sehingga memutus mata rantai sindikat
kejahatan transnasional dan terorganisir;
3. Menyelenggarakan operasi terpadu dalam penindakan kejahatan terorganisir dan kejahatan transnasional.

Selanjutnya kata Irjen Pol Toni, upaya Polri dalam mengungkap sindikat kejahatan yang terorganisir dan kejahatan transnasional internasional:
1. Berbagi intelijen dengan kepolisian luar negeri dan lingkup internasional;
2. Kerjasama antar lembaga dalam menanggulangi sindikat kejahatan terorganisir dan kejahatan transnasional internasional;
3. Peningkatan kapasitas penyelidik dan penyidik.

Dari gambaran tersebut, perlu adanya kerjasama dalam kejahatan yang terorganisir dan kejahatan transnasional yang dimulai dengan asistensi dari pembina fungsi teknis reserse guna meningkatkan kapabilitas dan kualitas penyelidik dan penyidik ​​di seluruh wilayah Indonesia selaku pimpinan Polda Sumbar.

“Saya memberikan terima kasih kepada jajaran Reserse Kriminal Khusus dan Narkoba Polda Sumbar yang telah memberikan kontribusi kepada negara selama ini, sekaligus saya mengharap semoga dengan pelatihan peningkatan kemampuan bagi penyidik ​​/ penyidik ​​pembantu ini agar lebih meningkatkan kualitas dan mengoptimalkan pengungkapan kejahatan yang terorganisir dan transnasional crime , yang secara langsung atau tidak langsung dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, “pungkasnya … (Bidhumas / Musmulyadi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply