Tanggapi Video Viral, Plt. Korkab PKH Banggai Tepis Tuduhan yang Dialamatkan Kepadanya.

Banggai I Media Polisi Indonesia – Plt. Korkab PKH (Program Keluarga Harapan) Banggai Tepis Tuduhan Tanggapi Video Viral yang Dialamatkan Kepadanya. , “Informasi yang mereka konsumsi di Hoaks, saya hanya naik dan evaluasi, tidak ada intimidasi ke KPM, yang ada oknum suami anggota KPM berbantahan dengan warga.”

Dengan adanya informasi yang menyatakan di media sosial yang menyatakan, adanya intimidasi terhadap penerima PKH di Kecamatan Bunta, berbuntut panjang. Pasalnya, seorang Plt Kordinator PKH Kabupaten Banggai mendapat teguran tertulis dari Dinas terkait akibat aduan warga yang menuduh Plt. Korkab melakukan “Intimidasi” terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Tuduhan itu mengarahkan peserta agar memilih salah satu calon Bupati pada 9 Desember 2020 mendatang. Sontak tuduhan itu dibantah oleh Koordinator Kabupaten PKH, Hartono Sahabo.

Kepada wartawan Polisi Indonesia, Hartono Sahabo menjelaskan, pertemuannya dengan sejumlah penerima PKH hanya sebatas latihan dan evaluasi (monev) yang terkait penyaluran evaluasi kinerja SDM PKH karena merupakan bagian dari tanggung jawab Korkab.

“Pertemuan dengan sejumlah KPM PKH di Kecamatan Bunta itu adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab saya selaku Koordinator PKH Kabupaten menindak lanjuti informasi tentang masalah yang terjadi dilingkup PKH Bunta. Dan itu harus dilakukan dengan memberikan arahan dan juga langkah bijak sesuai peraturan yang ada di dalam PKH, “tandas Hartono Sahabo.

Hartono daerah, “Saya turun giat dan evaluasi. Dan tidak ada intimidasi kepada KPM PKH di sana, yang terlibat cekcok mulut itu dari kelompok sesama warga, pada saat itu ada yang rekam dan rekaman video momen keributan warga yang dijadikan pihak yang tidak bertanggung jawab jawab. untuk menyerang saya, “jelas Hartono, Selasa (10/11/2020).

Hartono Sahabo mengatakan, kembali terkait video viralnya. Diduga pihak penerima PKH memilih salah satu paslon yang viral di media sosial itu bukan dirinya. Namun warga lain yang saling adu mulut dengan keluarga KPM PKH.

“Saya kaget, kenapa tiba-tiba sudah ada tindakan yang dialamatkan ke saya, semntara video yang viral akibat itu terjadi Cekcok adu mulut antara warga dengan keluarga KPM PKH, atas masalah ini saya siap untuk memberikan klarifikasi kepada pihak dinas terkait, dokumennya sudah saya siapkan Agak kepada oknum pelaku penyebar berita Hoaks yang dialamatkan ke saya, sudah saya ketahui identitasnya dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai kode etik Petugas PKH yang diatur di dalam Peraturan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementrian sosial RI Nomor: 02/3 / KP.05.03 / 10/2020 tertanggal 01 Oktober 2020 tentang Kode Etik SDM-PKH khususnya Pasal 8 dan pasal 10, “pungkas Hartono Sahabo yang merupakan pegawai Kementerian Sosial RI ini.

Sementara itu, warga Bunta inisial Haris saat dihubungi mengaku dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan SDM PKH. Haris mengaku bahwa yang mengajak, penerima PKH untuk memilih salah satu pasangan calon itu adalah dirinya (Haris-red). Namun, ajakan itu hanya disampaikan kepada neneknya sendiri, bukan kepada penerima yang lain.

“Saya hanya bilang nenek saya dan saya kira ini antara saya dengan nenek saya. kan saya mengajak nenek saya sendiri, dan ini saya sampaikan di rumah nenek,” tandas Haris.

Secara pribadi, Haris mengaku sangat menyayangkan ajakan dia kepada neneknya itu, kemudian dijadikan perdebatan di pertemuan PKH. Sehingga viral di media sosial.

“Tapi sudah begitulah, ini momen politik, semua sudah dikait-kaitkan, tanpa ditela’a terlebih dahulu asal usul kebenarannya sehingga menyasar orang lain yang tidak ada”, jelas Haris. (Tim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply